Rabu, 14 November 2018

Puisi: Takdir Sang Durjana




TAKDIR SANG DURJANA

Oleh: Bastanta P. Sembiring [3/11/2018]

Kau katakan kau istimewa bagi sang raja
Raja? Tanyaku tak percaya.
Kau anggap juga dirimu suci tak bercela
Suci? Tanyaku lagi lebih tak percaya.

Bagaimana mungkin aku percaya, pada dikau hai sang hina?

Kau serukan untuk kibarkan bendera perang
Alasmu itu perintah Sang TUHAN
Dengan lidahmu yang penuh dusta
Kau hancurkan banyak jiwa yang tak berdosa

Hai kau durjana!
Sejarah akan melupakan dirimu
Karena tidak ada kertas dan tinta
Yang sudi menulis namamu, sang durjana!

Sedikit hembusan angin dari gurun Rub’al Khali
Akan diporak – porandakan kesombonganmu
Hingga sedikitpun tak ada tersisa
Bahkan untuk dikenang para penista

Kau sang durjana!
Pernahkah nalurimu bertanya?
Sebab masamu mulai tiba
Menelanjangi segala kedurjanaanmu

Kau akan berakhir dalam kedurjanaanmu
Lihai lidahmu yang akan menelanmu
Tiada masa kesempatan tobatmu
Kau kan terus terhanyut dalam lamunan dan bualanmu

Itulah takdirmu, hai sang durjana!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar