TAKDIR SANG DURJANA
Oleh: Bastanta P. Sembiring [3/11/2018]
Kau katakan
kau istimewa bagi sang raja
Raja? Tanyaku
tak percaya.
Kau anggap
juga dirimu suci tak bercela
Suci?
Tanyaku lagi lebih tak percaya.
Bagaimana
mungkin aku percaya, pada dikau hai sang hina?
Kau
serukan untuk kibarkan bendera perang
Alasmu
itu perintah Sang TUHAN
Dengan
lidahmu yang penuh dusta
Kau hancurkan
banyak jiwa yang tak berdosa
Hai kau durjana!
Sejarah
akan melupakan dirimu
Karena
tidak ada kertas dan tinta
Yang
sudi menulis namamu, sang durjana!
Sedikit hembusan angin dari gurun Rub’al Khali
Akan diporak – porandakan kesombonganmu
Hingga
sedikitpun tak ada tersisa
Bahkan
untuk dikenang para penista
Kau
sang durjana!
Pernahkah
nalurimu bertanya?
Sebab
masamu mulai tiba
Menelanjangi
segala kedurjanaanmu
Kau akan
berakhir dalam kedurjanaanmu
Lihai
lidahmu yang akan menelanmu
Tiada
masa kesempatan tobatmu
Kau kan
terus terhanyut dalam lamunan dan bualanmu
Itulah
takdirmu, hai sang durjana!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar