Tiap Sabtu dan Minggu sekarang saya habiskan waktu di kebun, di sebuah rumah kayu yang saya bangun bersama nandé (ibuku) beru Ginting tahun 2011 lalu. Sejenak menjauhkan diri dari agresifitas masyarakat yang merasa lebih modern, agamis dan berbudaya. Kadang saya suka tidur di tanah. Menikmati hangatnnya dekapan bumi tercinta ini. Sembari mendengar alunan musik alam (hembusan angin, pohon/dedaunan yang bergesekan atau saling menepuk, sura kodok, jangkrik, burung, dsb).
Bersyukur terlahir di Tanah Indonesia yang indah dan kaya.
Yang memberi kebahagiaan dan penghidupan.
Maka dari itu, mari cintai Indonesia. Tidak bisa mengibarkan
Sang Merah Putih atau mengumandangkan Indonesia Raya seperti Anthony Ginting
dkk, setidaknnya jaga dan jangan rusak Indonesia tercinta ini.
Karena yakinlah. Tidak ada hal yang lebih berharga, lebih
nikmat dan lebih indah yang akan kita dapatkan selain terlahir di Tanah Indonesia dan
sebagai seorang Indonesia.
Selamat hari Sumpah Pemuda. Merdeka!
Mejuah-juah Indonesiaku.
Suban (Jambi), 28 Oktober 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar